Munarman, Agen Asing dan Teori Konspirasi
April 29th, 2008
Pernyataan Mensesneg bahwa jubir Presiden Dino Djalal bukanlah agen asing menutup agenda harian di istana hari ini. Memang, sudah satu minggu isu ini mengusik ketenangan istana. Entah apa pula yang merasuki kepala si Munarman sampai mau melempar isu panas ini ke wilayah publik.
Munarman ini punya sederet track record yang buruk: mantan ketua YLBHI yang dipecat, ketua Kontras yang gagal dan pernah mendekam di penjara polda Depok karena mengancam seorang supir taksi Blue Bird dengan senjata tajam. Sangat berlawanan dengan nama Komite Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang pernah gagal dipimpinnya. Pendek kata, menurut seekor kawan laler, Munarman adalah seorang preman politik yang bersedia melakukan manuver apa saja dengan imbalan tertentu. Entah siapa yang telah memberikan konsesi, dan dalam bentuk apa. Yang jelas, figur seorang Munarman tidaklah perlu ditanggapi dengan terlalu serius. Tetapi, tuduhan agen asing di lingkaran terdalam istana bukanlah tuduhan sembarangan. Bukan hanya menyerempet kredibilitas seorang Dino Djalal, tetapi terlebih dirasakan mulai merecoki posisi orang nomor satu di republik ini. Jadi wajar kalau seorang Hatta Radjasa sampai harus turun tangan meredam polemik yang tidak lucu ini. Ada satu hal yang menarik yang terjadi di panggung ruang press itu. Setelah menyampaikan statement tentang kiprah KPK terkait penyidikan di ruang kerja beberapa anggota DPR, Presiden dengan tegas menyampaikan kepada para kuli flash disc (atau lebih tepatnya kuli blue tooth) bahwa Mensesneg akan memberikan pernyataan terpisah dan untuk dicatat. Presien kemudian turun dari podium dan berdiri sejenak mengamati Hatta Radjasa yang berjalan menuju podium lalu memutar badan dan kembali ke kantor. Beberapa detik itu adalah bahasa tubuh yang sangat sangat jelas bahwa Presiden menaruh perhatian atas tuduhan ngawur itu.
Tuduhan yang dilontarkan Munarman sebetulnya dilakukan pada minggu lalu dengan menggunakan panggung organisasi MER-C, sebuah organisasi sosial yang bercikal bakal dari Tim Medis UI dan terbukti mampu bergerak cepat memberikan bantuan medis kepada rakyat yang membutuhkan. Baik korban karena konflik sosial ataupun bencana alam. Di dalam maupun di luar negeri. Dengan reputasi yang sedemikian baik amatlah janggal MER-C bersedia begitu saja memberikan panggung secara percuma kepada seorang Munarman untuk mengeluarkan lontaran tuduhan dan kecurigaannya kepada pihak AS - pemilik laboratorium penyakit menular NAMRU - termasuk teori konspirasi dengan AS sebagai aktor utamanya, plus tuduhan tanpa tedeng aling-aling kepada Dino Djalal. Hal ini diperburuk lagi dengan adanya beberapa staf kedutaan besar AS yang membagi bagikan selebaran berisi keterangan mengenai aktifitaS NAMRU di Indonesia pada saat konperensi pers Munarman dilaksanakan.
Munarman murka dan mengusir mereka dan mencaci maki Amerika sehabis-habisnya. Yang janggal adalah ketika membaca website MER-C, ternyata organisasi ini bekerjasama dengan EXXON Mobil– yang nota bene merupakan korporasi milik Amerika– untuk beberapa aksi sosial mereka. Juga kerjasama sosial lainnya dengan RCTI dan Bank BNI. Yang kemudian tertinggal menjadi pertanyaan adalah: apakah pernyataan dan tuduhan yang dilontarkan oleh Munarman juga merupakan posisi politik MER-C ? Apakah MER-C siap dengan segala konsekuensinya ? Dengan memberikan panggung kepada petualang politik sekelas Munarman, MER-C sebenarnya mengambil resiko besar pada kelangsungan tujuan organisasi mereka yang mulia itu. MER-C sepertinya sudah kebablasan, tetapi perilaku diplomat AS juga tidak bisa diterima. Mereka terpancing menggunakan cara-cara demonstratif dan masuk perangkap untuk selanjutnya menjadi bulan-bulanan media. Seperti menambahkan bensin ke dalam api isu ini kemudian berkobar, melebar dan menjadi tidak terkendali. Kedua diplomat ini ternyata diketahui baru saja di-posting di Indonesia, dan sepertinya masih bekerja menggunakan naluri lama super power mereka. Lupa kalau masih ada cara-cara lain yang lebih elegan yang bisa dipergunakan. Kesalahan ini diperbaiki beberapa hari kemudian dengan menggelar konperensi pers mereka sendiri sebagai tandingan. Tetapi damage has been done. Diplomat negara super power ternyata juga bisa salah.
Munarman rasanya tidak bekerja sendiri. Ia tidak memiliki cukup keberanian untuk itu. Ia adalah bagian dari sebuah sistem yang bergerak dan bekerja untuk membentuk opini yang berseberangan. Entah disatukan oleh sebuah imbalan politik, atau kebetulan memiliki kepentingan politik yang bersinggungan disuatu titik waktu dengan sebuah kekuatan politik lainnya. Apapun, Munarman hanyalah riak diantara gelombang pasang. cukuplah ia diabaikan. Penjelasan dan klarifikasi dari Hatta Radjasa rasanya mampu membungkam suara berisiknya itu. Toh roda politik akan terus berputar. Dan dengan warna kulit politik yang suka berubah-ubah, waktu akan meminggirkannya dari ranah politik negeri ini untuk selanjutnya diam. Karena tidak ada lagi tuan atau puan yang akan mau menuntunnya bermain-main.
Istana sepertinya masih memberikan toleransi, karena tuntutan secara hukum hanya ditertawakan oleh Hatta, ini contoh pengaplikasian sempurna untuk menurunkan kredibilitas yang tidak perlu untuk sisi lawan. Tetapi kalau masih berlanjut mungkin tidak ada salahnya dipertimbangkan mempergunakan Law No. 15 : CRUSH YOUR ENEMY TOTALLY (aka have no mercy) !! So, watch your steps ….
Salam laler …
Entry Filed under: Koridor kekuasaan, Pers dkk
26 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. Rizky Adriansyah-relawan MER-C | June 3rd, 2008 at 10:37 am
Terima kasih atas komentarnya tentang MER-C. Tetapi saya pikir ada yang perlu diklarifikasi tentang peran dan posisi MER-C dalam memperjuangkan penutupan NAMRU-2.
MER-C menuntut NAMRU-2 dibubarkan karena beberapa alasan yang sangat prinsipil terutama menyangkut islam rahmatan lil alamin dan kedaulatan negara indonesia. MER-C siap berkerja sama dengan siapapun dalam menentang kezaliman, penjajahan, dan ketidakadilan. Kegiatan MER-C dengan beberapa lembaga lain seperti Exxon Mobil, Indosat, Telkomsel, Sampurna, BNI, RCTI, GAM, TNI, Hezbollah, dan lain-lain masih sesuai dengan visi misi MER-C. JIKA AMERIKA MAU BEKERJA SAMA UNTUK MEMERANGI ISRAEL YANG MENJAJAH PALESTINA PUN, KITA SIAP BEKERJA SAMA, ASAL AMERIKA SIAP DENGAN BEBERAPA TUNTUTAN KITA, YAITU DALAM RANGKA MEWUJUDKAN ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN.
Beberapa hal yang kami perjuangkan tentang NAMRU-2 :
1. Presiden SBY tidak perlu menanggapi proposal untuk perpanjangan NAMRU karena :
a. Melanggar kesepakatan MTA (Material Transfer Agreement)
b. NAMRU melakukan kegiatan rahasia laboratorium biologis.
c. Melibatkan militer asing untuk meneliti penyakit-penyakit berbahaya
d. Dicurigai sebagai pangkalan senjata biologis
2. Kenapa militer AS tertarik melakukan penelitian penyakit menular yang berbahaya dan sebagian besar penyakit tersebut tidak ada di AS ? Penyakit tersebut mayoritas berada di negara-negara berkembang & miskin tapi kaya sumber daya alam. Tentu ini berkaitan dengan pembuatan senjata biologi dan penangkalnya (vaksin).
3. Kenapa personal NAMRU meminta kekebalan diplomatik ? Tentu ini berkaitan dengan kegiatan keluar masuknya barang-barang berbahaya (bakteri, virus, protozoa, dll) dari dan ke Indonesia.
4. Kenapa peneliti Indonesia tidak mendapat akses ke bahan-bahan berbahaya tersebut ? Tentu ini berkaitan dengan agenda rahasia NAMRU.
5. Bisnis vaksin merupakan bisnis besar negara-negara maju dan objeknya adalah negara-negara berkembang. Negara berkembang dan miskin tersebut tidak diberdayakan oleh WHO untuk membuat vaksin guna melindungi diri tapi WHO bekerja sama dengan perusahaan vaksin dari negara-negara maju pembuat vaksin lalu menjualnya ke negara-negara berkembang yang terkena wabah . Melihat pola ini, bukan tidak mungkin terjadi penyebaran virus, bakteri yang disengaja ke negara2 berkembang oleh negara-negara maju supaya bisnis vaksin mereka tetapi exist.
6. Selama hampir 40 tahun NAMRU berada di Indonesia, mereka melakukan penelitian dengan melibatkan peneliti2 indonesia. NAMRU bekerja sama dengan bagian anak dan parasitologi beberapa fakultas kedokteran hanya dalam pengambilan sampel darah dan pengolahan data. Mereka meneliti filariasi, TBC, DHF, Flu Burung, Diare, MAlaria, dll. Penyakit yang mereka teliti bukannya malah terkendali, malah bertambah sulit penanganannya. Peneliti kita tidak dilibatkan dalam pengelolaan sampel.. Sampel tersebut menjadi milik NAMRU dan dibawa keluar masuk RI melalui kekebalan diplomatik.
Terima Kasih. Semoga Allah SWT meridhai perjuangan umat-Nya menentang kezaliman tersebut…
Rizky Adriansyah
Ketua MER-C Cabang Medan
2. zain | June 4th, 2008 at 11:54 am
tulisan laler istana tentang munarman kurang berimbang, jadi tak layak dijadikan referensi poltik. terlalu emosional tidak mengedepankan rasional.
3. SitiCinderella | June 6th, 2008 at 1:20 pm
Yth. Rizki Adriansyah - Relawan MER-C Cabang Medan
Apakah berprasangka buruk itu termasuk Islam Rahmatan Lil Alamin? Apakah berbuat hina terhadap tamu itu dicontohkan oleh Rasulullah SAW? Saya bisa bilang dari tulisan anda sepanjang itu, isinya hanya prasangka buruk yang sama sekali tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Apakah anda praktisi kesehatan? Apakah anda seorang akademisi? Jika semua pertanyaan ini anda jawab “tidak” maka anda perlu membaca lebih banyak dan perlu membuka pikiran anda seluas-luasnya. Anda adalah generasi muda pemegang tampuk pimpinan berikutnya. Sudah selayaknya anda berpikir lebih jernih. Salah satu bahaya dalam mempelajari agama adalah mencintai dan membenci secara berlebihan. Sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW mengenai Islam Rahmatan Lil Alamin. Wassalam…
4. Rasyid | June 6th, 2008 at 1:32 pm
Dik Rizki,
JIKA AMERIKA MAU BEKERJA SAMA UNTUK MEMERANGI ISRAEL YANG MENJAJAH PALESTINA PUN, KITA SIAP BEKERJA SAMA, ASAL AMERIKA SIAP DENGAN BEBERAPA TUNTUTAN KITA, YAITU DALAM RANGKA MEWUJUDKAN ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN.
Jauh-jauh amat ke Israel dan Palestina. Mer-C juga udah lama bukan berdiri di Indonesia? Kok korban bencana kerusuhan dan bencana alam masih banyak aja? Jangan-jangan Mer-C nih yang membuat gempa bumi dan kerusuhan. Biar dapet banyak dana dari luar negeri. Wah itu merusak kedaulatan negara tuh. Tidak mandiri…
5. Juni di Bulan Juli | June 6th, 2008 at 1:36 pm
Namanya mau ditolong kok syaratnya banyak amat. Udah perlu bantuan tapi sombongnya minta ampun. Sama kayak Panglima KLI, mau menyerahkan diri aja syaratnya bejibun. Siapa eluuu ya? Pangeran? Raja? Dewa? Nyuruh orang minta maaf aja kudu disembah. Emangnya situ berhala?
6. Relawan | June 6th, 2008 at 1:50 pm
Mas Rizky yang mudah2an memang benar2 relawan.
Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Siti Cinderella. Selama ini kita terkungkung oleh sesuatu yang namanya “prasangka buruk”. Masih ingat film Ar Risalah ketika Rasulullah SAW kembali ke Mekah bersama sahabat2 yang gagah berani dan dalam jumlah yang banyak. Apa yang dikatakan Rasulullah bahawa tidak boleh ada darah yang tertumpah di Mekah merupakan satu hal yang sangat menggambarkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Kenapa Rasulullah tidak memusuhi kaum kafir yang jelas2 memusuhi Nabi dan Sahabat, bahkan tidak sedikit dari mereka yang pernah membunuh sahabat2 Nabi. Baiknya kita tabayun, mencari perimbangan informasi. Saya pribadi sangat setuju kalau memang Namru merugikan Indonesia, ditutup atau dipertimbangkan kembali keberadaannya dengan mengajukan hal2 yang bisa menguntungkan. Tapi kalau semuanya hanya didasari kecurigaan dan prasangka buruk, sangat disayangkan. Dalam pertemuan dengan DPR, beberapa akademisi dari beberapa PT mengatakan terbantu dengan adanya Namru. Segala sesuatu pasti ada kekurangan dan kelebihan. Marilah kita sikapi hal tersebut dengan arif.
7. Relawan | June 6th, 2008 at 2:05 pm
Mungkin satu pertanyaan untuk Mas Rizky.
Apakah anda yakin bahwa keberadaan Exxon Mobil benar2 menguntungkan Indonesia ? Karena setau saya banyak juga orang yang menuntut agar Exxon Mobil keluar dari Indonesia.
8. relawan MER-C | June 6th, 2008 at 8:58 pm
Maaf, relawan tidak dalam kapasitas menjawab itu semua. Jika ingin bukti, silahkan datang ke kantor MER-C. Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan ummat-Nya
9. Relawan | June 10th, 2008 at 12:23 pm
Setuju Mas.
Mungkin baiknya Mer C juga berkunjung ke Namru agar tahu betul mengenai Namru dari sumbernya langsung atau dari orang2 yang pernah bekerjasama dengan Namru, atau dari media2 seperti internet, dll, bukan dari kabar-kabari yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Kalau sudah tahu mengenai Namru, tolong informasikan ke kami, Mas. Kalau Namru tidak berguna untuk negara kita, bahkan merugikan, saya akan berada dalam barisan Mas Ridzky. Semua ini agar kita terhindar dari prasangka buruk (su’udzon). Semoga Allah meridhoi perjuangan umat-Nya atas dasar kebenaran dan mengampuni umat-Nya yang berprasangka buruk.
10. Juni di Bulan Juli | June 12th, 2008 at 1:54 pm
Saya sudah membaca tulisan dr. Rizki di Republika tgl 12 Juni 2008. Cuplikan dari mana-mana ya? Dituliskan dong sumbernya. Masa’ nggak pernah nulis skripsi sih? Ternyata anda tuh dokter ya? biasanya dokter sih tahu siapa namru, kecuali kalau anda dokter ece’-ece’, hahaha! Dokter-dokter di bagian Parasitology USU malah bertanya apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu namru ketika dirundung berita bohong ini. Siapa sih yang sudah bikin vaksin AI di Indonesia? Orang yang dituduh membuat vaksin aja celingukan. Biasakan mengambil referensi dari sumber aslinya dong. Jangan main cuplik begitu saja. Pantesan nggak maju2. Oh iya, kenapa anda tidak berkapasitas menjawab soal kerjasama exxon mobil dengan Mer-C? Karena juga menguntungkan Mer-C bukan? Hayooo jangan boong!!!
11. Juni di Bulan Juli | June 12th, 2008 at 2:02 pm
Oh iya, sedih juga punya saudara seagama yang punya pikiran seperti anda. Anda itu ibaratnya fenomena gunung es. Pasti di dunia Endonesia ini lebih banyak lagi yang berpikiran seperti anda. Media Islami yang diharapkan bisa mencerdaskan umat, ternyata saringannya kurang ketat dalam memuat tulisan. Semakin hari isinya semakin provokatif. Tahukah anda bahwa media itu bisa juga menjadi penghancur atau pendukung pembangunan? Jangan sampai apa yang anda kerjakan ini justru sedang menghancurkan diri anda sendiri dan bangsa Indonesia.
12. Relawan | June 13th, 2008 at 1:25 pm
Jadi ingat tulisan Dr Kartono Muhammad (mantan ketua IDI) yang saya pikir lebih obyektif dalam menilai Namru. Apa yang sudah baik dan menguntungkan harus dapat dikelola dengan baik, apa yang dirasa kurang menguntungkan dibenahi bersama, saya pikir itu akan jauh lebih bijak. Aneh memang kalau keberadaan Namru yang sudah 30 tahun dianggap tidak menguntungkan, orang betawi bilang, kemane aje ? Ada rekan saya yang bilang, jangan-jangan habis manis sepah dibuang…….
Jangan sampai pikiran kita terpenjara oleh egoisme kita sendiri sehingga sulit menerima sesuatu yang tidak sesuai denga ego kita walaupun itu benar. Ketika umat Islam diadu domba, kita menyalahkan pihak2 lain, tanpa mau berkaca pada diri kita sendiri, kenapa kita bisa diadu domba. Akankah selamanya akan jadi seperti itu. Sesuangguhnya Allah mengetahui apa-apa yang umat-Nya kerjakan…….
13. Relawan | June 16th, 2008 at 1:53 pm
Nemu tulisan ini di Forum Pembaca Kompas, jadi bertanya-tanya kembali, sebenarnya Namru menguntungkan atau tidak…..
Dapat info juga kalau ini pemberian yang kedua, yang pertama sudah pernah dilakukan tahun 2005.
— On Fri, 6/6/08, Kartono Mohamad wrote:
From: Kartono Mohamad
Subject: [salemba-6] Namry menyerahkan slide malaria ke eples dsb
To: Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com, “Dharmawan Ronodipuro” , salemba-6@yahoogroups.com, “Urusan Namru”
Date: Friday, June 6, 2008, 8:22 AM
Pada hari ini (Jumat, 6Juni 2008) US-NAMRU-2 kembali memberikan slide
standar kepada P2M (3600 buah), Litbangkes (900 buah), dan kepada FKUI (200
buah), FK USU Medan (200 buah), FK Unsyiah (200 buah). Tujuan pemeberian
slide2 malaria ini adalah untuk digunakan untuk pelatihan malaria mikroskopi
Pada acara serah terima pagi ini P2M (dalam hal ini diwakili oleh Dr. Rita
Kusriastuti, Kasubdit Malaria P2M/PLP) sangat berterimakasih pada N2 dan
menyebutkan ini sebagai bukti kontribusi N2 pada Indonesia. Yang hadir saat
itu adalah sebagai berikut:
P2M/PLP: Dr Rita Kusriastuti, Staf SubDit Malaria: Ali Romzan (Mikroskopis
P2M), dr. Bangkit Hutajulu, Dr. Woro Wijat, Ibu Etty (Teknisi Lab), dr.
Sakti.
WHO SEARO: Dr. Ferdinand Laihad dari WHO SEARO.
Litbangkes: Drg Sekartuti dan Drh Rita Marleta Dewi
Dari NAMRU; William O. Rogers, M.D, PhD, (scientific Director N2), dr.
Krisin, Ir. Awalludin Sutamihardja, Drs. Sunardi, Dra. Agustina Ika Susanti,
Msi, Dra. Lenny Lia Ekawati, M.Kes
Pada saat yang sama, juga diberikan seluruh publikasi malaria (manuscript
lengkap) yang dikerjakan Namru bersama-sama dengan DepKes.
Kepala SubDit Malaria (Dr Rita Kusriastuti) juga berterimakasih atas masukan
publikasi2 riset N2 untuk mendukung kebijakan penggunaan obat2 anti malaria
di Indonesia.
Pada publikasi2 riset N2 tersebut jelas-jelas bahwa setiap publikasi selalu
ada Litbangkes sebagai Co-author, atau peneliti dari SubDit malaria, atau
dari Dinkes daerah dlsb).
Publikasi2 ini adalah bukti2 otentik kerjasama N2 Litbangkes dan P2PL serta
bukti kontribusi N2 pada negara ini.
FKUI juga terlibat mulai dari persiapan (training pembuatan slide di N2) dan
pelaksanaan (pergi ke lapangan, membuat slide dan expertnya ikut dalam tim
expert microscopist yang memvalidasi slide ini).
Pada tahun 2006 NAMRU juga telah memberikan slide standar tsb sebanyak
masing-masing 1200 buah slide kepada litbangkes dan 1200 slide kepada P2M
untuk digunakan pada pelatihan malaria mikroskopi di Indonesia.
Background:
Sejak 2006 WHO membuat keputusan ACT (Artemisin Combination Theraphy)
sebagai obat antimalaria pilihan utama maka peran mikroskopi malaria menjadi
sangat penting sebagai dasar diagnosa malaria dewasa ini. RDT dan diagnosa
lain hanayalah menjadi diagnosa complimentary untuk dignosa malaria.
Untuk mendukung kebijaksanan itu WHO itu, maka WHO menekankan pentingnya
meningkatkan Quality Assurance malaria mikroskopi.
Salah satu rekomendasi WHO adalah penggunaan slide standar untuk pelatihan
malaria mikroskopi.
Slide standar adalah slide malaria yang sudah dikonfirmasi oleh 10 expert
panel malaria mikroskopist dan juga dikonfirmasi oleh diagnosa dengan PCR
(Polymerase Chain Reaction) malaria.
Slide-slide malaria yang dibuat di NAMRU2 adalah slide malaria sesuai
standard WHO yang sudah dibaca oleh 15 orang expert malaria dari 13 Negara
yang mewakili 5 benua. WHO menyebutkan bahwa pelatihan harus menggunakan
slide standar di : WHO, 2005. Malaria Light Microscopy Creating Culture of
Quality. Report of WHO SEARO/WPRO Workshop on Quality Assurance for Malaria
Microscopy.
WHO pun pada pelatihan mikroskopi malaria sekarang ini menggunakan slide2
standar yang dibuat oleh NAMRU2 (melalui Hydas Inc). WHO menggunakan slide
malaria tsb untuk pelatihan malaria mikroskopi, tapi meminjamnya tidak ke
NAMRU, tetapi ke Hydas Inc dan Ke MR4, karena mekanismenya harus seperti itu
(www.mr4.org) . Jadi ini seperti perjanjian beli putus (kayak penulis dan
penerbit) dengan azas saling percaya. NAMRU dikasih duit, NAMRU bikin slide,
publikasi NAMRU dan NAMRU ngasih slide juga untuk P2M dan Litbangkes.
Penggunaan slide selanjutnya dikelola oleh MR4 dan Hydas. SOP juga dibuat
oleh Namru.
Sebagai catatan, ada ʽjanjiʼ Namru yang tidak terpenuhi, yaitu janji
berusaha memberikan slide lengkap dari 4 spesies malaria, Cuma bisa
memenuhi 3 spesies malaria. Hal ini dikarenakan Namru 2 tidak diperbolehkan
ke papua, padahal P. ovale adanya di Papua. Itu juga jarang
14. relawan | June 16th, 2008 at 2:18 pm
Kalau cuma seperti itu yang dilakukan NAMRU, lembaga eijkman tidak kalah hebat seperti yang disampaikan menteri kesehatan. Jadi lebih baik NAMRU keluar dari indonesia karena merugikan kedaulatan bangsa
15. Relawan | June 17th, 2008 at 7:03 am
relawan dari Eijkman yah, kok tahu mengenai Eijkman, atau taunya cuma kata orang aja…..kasian dech taunya cuma kata orang aja…….
Jelasin donk arti dan wujud kedaulatan bangsa itu apa ?
Ini ada tulisan bosnya Eijkman mengenai kerjasama Eijkman dengan Namru…..kebetulan saya dapat dari rekan saya di Eijkman. Beliau menuturkan kerjasama Eijkman dengan Namru.
Malaria Laboratory Collaborative Study Activities
with US-Namru-2
 Â
Â
Project title:
Molecular basis of drug resistance in Indonesia (1997)
Host genetic factors determining the pathomechanisms of malaria (2003)
Molecular basis of vivax resistance to chloroquine (2004)
Identification of Malaria Contributing Factors in West Sumba District, East Nusa Tenggara, Indonesia (2006)
Identification of Malaria Contributing Factors in Papua Province, Indonesia (2007)
Assessing the burden of malaria in pregnancy in Eastern Indonesia: East Nusa Tenggara and Papua Provinces (2008)
16. Relawan | June 17th, 2008 at 7:27 am
Ada kutipan menarik dari majalah tempo edisi minggu ini, kutipannya berikut : “Qatar Telecom menjadi penguasa baru Indosat. Silang pendapat mewarnai aksi jual-beli ini. Temasek meraup hampir Rp 30 triliun dari Indonesia pada 2008″.
Mudah2an angka 30 trilyun ini tidak benar, kalau benar…..termasuk menggerogoti kedaulatan negeri ini gak yah……
“Yanglagimencariartikedaulatan”
17. Jesus Christ | June 17th, 2008 at 11:07 am
dasar memang mudah terlena dengan amerika ya sang pembuat blog ini..terlena dengan kepingan dollar..lambang nya aja president of the United State..USA = ASU = Anjing penjilat
dimana rasa nasionalisme mu!!!
18. ikut2an relawan | June 17th, 2008 at 2:31 pm
Namru diurusin.. LSM asing banyak tuh bertebaran di perut depkes.
Kok ga diobok-obok.. ALasannya adalah.. karena LSM ada duitnya… bisa diproyekin. Gitu ajahh kok repot kedok nasionalisme, agama dll. Ujung-ujungnya duit mennnn.
Kalau ga mau diutik-utik.. mah gampang.. setor duit.. Depkes minta proyek, kasih dalam bentuk duit. Ademmm deh,,,
19. Juni di Bulan Juli | June 23rd, 2008 at 6:34 am
Dear Jesus Christ,
Bergetar hati saya. Anda berani menggunakan nama yang begitu agung di mata saya tetapi tulisan anda sama sekali tidak pantas. Jangan pertanyakan nasionalisme seseorang karena nasionalisme itu tidak berwujud, tidak berasa, tetapi dia berbentuk. Apa artinya sebuah lambang jika lambang itu memang dipakai untuk hal-hal yang baik? Anda kenal lambang kejaksaan negara kita? Lambang itu adalah lambang supremasi hukum yang tinggi tapi apa nyatanya? Saya baru sadar, ternyata kontribusi yang dinilai berharga di Indonesia itu dalam bentuk uang. Kalau bentuknya transfer ilmu dan penelitian, itu tidak usah dihitung. Akhirnya saya juga menghargai, mengapa ilmuwan kita banyak bertebaran di luar negeri. Tempat di mana idealisme keilmuan mereka dihargai, bukan hanya dengan uang tetapi dengan apresiasi bahwa mereka memang berbuat sesuatu.
20. SitiCinderella | June 23rd, 2008 at 6:45 am
Wowowo… ramai juga blog ini. Nggak papalah pakai lambang apa aja. Daripada lambangnya (seharusnya) baik tapi provokatif jaya. Malesss… Yang penting menghargai demokrasi toh. Lagian mencontoh demokrasi yang baik di Amerika, emangnya kenapa? Situ kagak capek nonton orang gebuk2an pake bambu? Salut deh sama Pak Bambang (salah satu calon gubernur Jateng) yang sudah mengucapkan selamat kepada Pak Bibit. Gitu Pak Gafur… daripada uangnya untuk demo ngerusak nggak jelas, mendingan dipakai membantu mengentaskan kelaparan pada balita. Kelaparan itu lebih mencoreng kedaulatan bangsa. Katanya negara kaya, kok rakyatnya menderita… uangnya kemana?
21. Ndoro Putri | June 23rd, 2008 at 7:18 am
Lho di bagian ini rame men? hehehe nimbrung ah. Di kompleks litbang itu kalau nggak salah ada juga FHI, ada juga Clinton Foundation, CDC juga “dipaksa” pindah ke kompleks itu, trus opo maneh yooo… oh iya ADB gitu? pokoknya banyak juga kok institusi asing yang nggak pake plang tapi ngantor di situ. Ndak pada ribut? Opo setorane gede tha? Yo kebayang no kalo semua pake plang… mengko ndak kebak. Ndak takut mengganggu kedaulatan negara? Mbok apa-apa itu yang semeleh, yang semadyo… Nggak usah grasa grusu! Rugi sendiri lho
22. Dimas Karya | June 27th, 2008 at 8:57 am
Ibu Menkes, lama-lama saya kasihan juga sebenarnya dengan Ibu…karena terlalu banyak fantasi yang Ibu terima dan malah membuat orang lain mengerti bahwa Ibu tidak memperoleh fakta dari sumber yang tepat…dan akibatnya pernyataan Ibu seperti wawancara hampa tanpa makna.
Fakta :
1. NAMRU adalah mitra Litbangkes yang notabene adalah instansi di bawah kepemimpinan Ibu. jadi Ibu bisa kapan saja memanggil NAMRU untuk menjelaskan apa yang telah dilakukan dan apa manfaatnya bagi riset medis dan bangsa Indonesia selama 38 tahun. Tidak akan ada kesulitan untuk menampilkan itu karena evidence-based attitude sudah terbangun. Ibu bisa tanya berapa ribu jiwa yang sudah terselamatkan dari malaria, berapa ribu rakyat kita yang diobati malarianya. Jadi Ibu bisa langsung mendengar dari orang pertama. Faktanya, Ibu memilih untuk diwawancara daripada bertanya ke pada sumbernya.
2. NAMRU dan Litbangkes adalah lembaga penelitian yang menghasilkan rekomendasi kepada para pengelola program. Jadi seperti lembaga think tank. Jadi ketika ditanya kenapa penyakit seperti Tb dan malaria masih ada, maka seharusnya menjawab adalah Yth Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan sebagai pengguna rekomendasi tersebut. Banyak pertanyaan seperti apakah rekomendasi ini dijalankan? Apakah dana anggaran depkes memadai untuk itu ? jadi intinya tanyakan kepada diri sendiri..;)
3. NAMRU mendirikan laboratorium di Papua karena malaria endemis di Papua, sehingga paling sesuai untuk mencari tahu bagaimana pola penyakit malaria ini. masak meneliti malaria bikin labnya di Solo atau Padang. Kalo di Padang, meneliti restoran padang tentunya.
4. NAMRU selalu melibatkan peneliti di litbangkes, dinas kesehatan, universitas. Hal ini bisa dIbuktikan dari ribuan dokumen resmi yang tersimpan di Depkes dan NAMRU2. Hasil publikasi tersebar luas di internet dan sebagian besar gratis. Kalo pun bayar itu karena penerbitnya yang perlu uang, bukan NAMRUnya. Kalo NAMRU ke lapangan selalu didampingi Litbangkes dan/atau Departemen Kesehatan dan/atau Dinas Kesehatan setempat. Bisa dibuktikan dari ratusan surat tugas yang tersimpan di Depkes. Biaya perjalananan untuk peneliti Depkes seperti uang jalan, transportasi, hotel dibayarkan oleh NAMRU. Tidak dibedakan antara peneliti NAMRU dan litbangkes. karena semuanya sama2 berperan. Ribuan dokumen resmi yang tersimpan di Depkes dan di NAMRU2 yang bisa membuktikan ini. Untuk ratusan kegiatan presentasi, pelatihan dan workshop di dalam dan di luar negeri, NAMRU membiayai semua biaya perjalanan ratusan anggota Depkes. Ratusan dokumen resmi di Depkes dan NAMRU bisa membuktikan ini.
5. Siapapun berhak meneliti sepanjang memiliki kemampuan berfikir ilmiah, tidak perduli apapun pekerjaan. Baik itu anak-anak, pengangguran, D1/D2/D3, guru, mahasiswa, bahkan militer sekalipun. karena militer meneliti bukanlah dengan senjata apalagi topi, tetapi dengan pikiran dan metode ilmiah. Sehingga kalo ada yang terhina, tentunya kita malah terhina karena begitu saja kok terhina.
6. Untuk dugaan atau hipotesis, tentu bisa dibuktikan. selingkuh aja bisa diketahui dengan dibuktikan, bukan dengan ditanya tentunya.
Akhir kata, dengan semangat Nasionalisme dan Kebangkitan Nasional ke 100, mari kita bebaskan diri kita dari fantasi, belenggu fitnah, irrasionalitas, popularitas fiktif dan yang terpenting adalah kedaulatan berfikir dan kebebasan berpendapat. Mari Ibu Menteri, kita sehatkan bangsa kita, terbebas dari penyakit dan Hiduplah Indonesiaku….
23. Indonesian | July 21st, 2008 at 10:48 am
Dengan adanya pemberitaan ttg NAMRU, diam-diam saya menggali cukup banyak informasi ttg NAMRU. Kebetulan saya juga praktisi peneliti kesehatan. Eh ternyata NAMRU itu lebih banyak dirugikan oleh pemberitaan yang sepihak. Jika kita gali lebih dalam informasi, baik itu dari litbangkes, dari beberapa universitas, dari websita. Ya Allah… banyak sekali kegiatan NAMRU yang berguna buat Indonesia, terutama ya hasil-hasil penelitiannnya. Cuma sayang tulisan NAMRU itu bersifat ilmiah sehingga tidak banyak orang awam yang tahu. Menurut saya jika NAMRU dibubarkan maka banyak ruginya buat Indonesia. Pikirkanlah matang2 keputusan ini. Jangan membuat keputusan ketika marah, yang akhirnya nanti menyesal kita jadinya.
Amerika boleh jadi tidak mempunyai citra yang baik bagi kalangan orang Islam karena tingkahlaku Amerika di Afhganistan dan Iraq. Tetapi Amerika juga punya sisi baik dalam memajukan riset kesehatan. Janganlah semua dipukul rata bahwa apa-apa yang datang dari Amerika itu jelek.
Mengenai kedaulatan negara, bagian mana dari kedaulatan negara yang dilanggar jika NAMRU tetap berada di Indonesia.
Percaya deh, saya sudah gali banyak informasi, dan NAMRU banyak menguntungkan buat Indonesia, terutama dalam hal riset kesehatan. Jika ada yang masih ragu silahkan baca sendiri hasil-hasil penelitian NAMRU melalui website maupun langsung membaca jurnal-jurnal hasil penelitian di Indonesia maupun di Amerika. Justru karena NAMRU lah nama peneliti kesehatan Indonesia namanya jadi terangkat ke dunia Internasional.
Saya adalah orang Islam, saya shalat 5 waktu, saya berpuasa, saya berzakat dlsb. dan Rasulullah memesan supaya kita ummat Islam berlaku adil. Buat Mer-C jika anda bergembor-gembor mengaku sebagai orang Islam, maka berlaku adillah seperti yang dipesankan oleh Rasulullah SAW. Terimakasih.
24. ahmad utomo | August 11th, 2008 at 2:16 pm
salam
perkenalkan, saya peneliti biologi molekuler dengan s3 dari amerika plus pengalaman postdoctoral fellowship dari Harvard Med School. Saat ini saya sudah kembali ke Indo dan menjadi peneliti biologi molekuler dan genetik kanker. sy sebenarnya anti pamer kredensial, tapi dalam masalah ini sy merasa perlu. Posisi sy adalah sbb:
1. Hentikan dan bubarkan NAMRU2. Alasan terpokok adalah bahwa NAMRU adalah instalasi militer asing. Apakah AS akan juga membiarkan instalasi militer rusia di washington DC, meski dengan dalih proyek penelitian?
2. Lanjutkan penelitian dalam kapasitas akademis. Silakan para ahli dari amerika utk meneliti tapi dalam bentuk lembaga sipil. Angkatan Laut AS bisa tetap memberikan dana melalui Eijkman misalnya.
3. Silakan liat daftar publikasi NAMRU di Indonesia di database PUBMED. First author dan corresponding author dari sekitar 30 artikel adalah staff amerika. staf indonesia lebih banyak di tengah. artinya, NAMRU memang tidak wajib mendidik orang indo utk menjadi sekaliber mereka atau malah lebih dari mereka. Dengan adanya poin no2, dana tsb juga bisa digunakan utk mendidik generasi peneliti indo yang tidak hanya berfungsi sebagai penggembira (alias sekedar co-author).
terima kasih,
salam
ahmad
25. Relawan | August 15th, 2008 at 10:48 am
Mas Ahmad Utomo bekerja dimana Mas.
Setau saya yang melakukan penelitian kanker itu salah satunya adalah Eka Cipta Foundation. Saya kenal dengan salah seorang yang pernah kerja di laboratorium biologi molekuler Eka Cipta Foundation, dan dia adalah jebolan Namru2. Ternyata Namru ada gunanya juga yah, jebolannya bisa membantu lembaga riset lokal…..hehehehehe
26. Dimas Karya | August 29th, 2008 at 3:28 pm
To Mas Ahmad,
Kebiasaan sebagian orang Indonesia. Bilang nggak pernah suka pamer tapi trus menyebutkan semua kelebihannya. Saat itulah dia sedang berpamer ria ;p…
Berbicara itu memang mudah ya. Browsing2 iseng, Anda emang punya 3 penelitian berbobot, tapi bukannya itu emang penelitian yang WAJIB anda lakukan? http://lib.bioinfo.pl/auid:6532754. Trus sekarang, gimana kiprah anda di bidang penelitian? Bekerja sama itu bukan berarti mengemis atau tidak berbuat apa-apa. Tidak bekerja sama juga bukan berarti boleh sombong. Biasa biasa ajalah… Masing-masinglah berkiprah di bidangnya. Tidak usah saling mencela. NAMRU tidak ada gunanya, ya tidaklah menurut anda. Mungkin bagi sebagian besar yang lain.
Bte, jangan habis manis sepah dibuang ah. Anda juga merasakan kontribusi dana pemerintah AS lho. Begini nih penyakit yang kudu diberantas! NGGAK TAHU BERTERIMA KASIH. Orang yang menyebalkan juga, suatu saat bisa berbuat baik. Seperti Postdoctoral fellowship dari Harvard tentunya.