2009 : Tahun Kembang Api Politik
August 7th, 2008
Hiruk pikuk pesta demokrasi 2009 sudah semakin terasa. Parpol sudah dapat nomor urut masing-masing. Semua sudah bersiap-siap. Semua jurus jualan mulai diasah. Dari menebar pesona, sampai menebar fakta. Bikin buku sampai baca puisi. Paling tidak orasi-lah. Atau juga melempar isu-isu panas ke dalam gelanggang: ada tingkat pendidikan, gender, bahkan perbedaan umur dan generasi. Pelan-pelan persneling mesin politik mulai bergerak naik. Waktu tidak akan menunggu. Suara harus segera dijaring.
Yang merasa calon-calon presiden negeri juga sudah mulai berpatut diri. Tampil rapih, kelimis. Atau cerdas, tegas juga trengginas. Semua sepertinya merapat ke masyarakat bawah. Rakyat biasa yang jelata. Representasi kebanyakan rakyat negeri ini. Pemilik sah negeri ini. Pemegang kekuasaan tertinggi. Rakyat. Dan sederet embel-embel politik lainnya untuk nyeneng-nyenengin.
Supaya lupa, kalau jalanan masih macet total dimana-mana, harga beras tinggi disandera tengkulak dan spekulan, orang miskin masih jutaan, pekerjaan susah didapat, pendidikan masih mahal, silat lincah korupsi tingkat tinggi yang dipertontonkan telanjang bulat merata diseluruh lembaga dan diseluruh tingkatan jabatan tidak pandang bulu, dan sederet panjang permasalahan negeri yang gak kunjung beres ini.
Dari Megawati, Gus Dur, Sutiyoso, Wiranto, Prabowo, Soetrisno Bachir, Sultan X sampai Fadjroel, dan tidak ketinggalan Ratna Sarumpaet. Satu dari 2 calon presiden perempuan. Terakhir dunia calon diguncang dengan masuknya Rizal Mallarangeng ke gelanggang mengusung RM 09. Iklannya bertaburan di berbagai media. Berbeda halaman di media cetak yang sama dengan Parpol Gerindra. Atau berdesakan dengan Hanura untuk 30 detik iklan tayang di prime time televisi dengan produk jamu atau telekomunikasi. Slot iklan mulai dari infotainment, dan sinetron atau juga acara lucu-lucuan diburu dengan mantap. Tidak ada yang lolos. Seluruh segmen harus dikunci. Semua harus dicuci otaknya.
Rizal Mallarangeng adalah sebuah fenomena. Pada awalnya membantu Soetrisno Bachir dari PAN untuk pencalonan presiden secara elegan, mulai dari pemanasan sampai nanti puncaknya ditahun depan. Fox Indonesia sebagai lembaga konsultan politik kemudian didirikan. Khusus untuk meng-handle client semata wayang ini (Ada satu lagi, Partai Demokrat–red). Apa lacur, kawan seiring harus berpisah jua. Rizal kemudian berubah pikiran. Ada tawaran lain yang lebih menggiurkan. Entah apa iming-imingnya, yang jelas tawaran ini pasti luar biasa bagusnya sampai-sampai Rizal mau mengorbankan Fox Consultant. But again, dalam politik tidak ada kawan yang sejati, yang ada hanya kepentingan sejati.
Rizal adalah sebuah fenomena. Dengan iklan di kompas 1 halaman, dan ber-puluh menit iklan di televisi, terus tanpa henti. Wajar saja kalau kemudian ada yang bertanya. Dari mana sumbernya.? Itu sih gampang jawabnya. Orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Tapi apa untungnya ? nah, ini pertanyaan yang menarik untuk berdebat. Well, setelah terpuruk dilanda krisis, menunggak banyak sekali hutang dari bankers Singapura, membangkrutkan dua perusahaan untuk membiayai kampanye calon presiden, naik jadi menko, mengangkangi berbagai proyek infrakstruktur pemerintah, tambang, media dan banyak lagi, pindah menko tapi tetap bertahan di kabinet, sampai akhirnya menjulang jadi orang terkaya di negeri ini. Wuihh. 4 tahun, hanya dalam 4 tahun, semuanya berubah.
Imperium baru ini harus dijaga. Harus terus hidup dan beroperasi. Dan akses di pusat kekuasaan tidak boleh terputus. Karena masalah lumpur Lapindo akan terus membayang-bayangi. Rejim SBY-JK akan segera memasuki pemilu. Apapun bisa terjadi. Jabatan yang sekarang dipegang mungkin saja lepas dari tangan. Maka sebuah kuda hitam harus segera dilepaskan ke dalam gelanggang. Merubah arah pacuan, dan sebisanya mengangkat daya tawar. Menang atau kalah urusan belakangan. Itu nanti. Negotiable.
Siapa lagi orang yang bisa dipercaya dan diandalkan. Dari kasus Exxon di Cepu, membalikan opini bahwa kasus Lapindo ada bencana nasional, sampai menyulap kasus busung lapar menjadi panen raya di Yahukimo. Lewat tulisan di majalah Tempo atau turun langsung ke Papua. Masih ingat ? Cerdas kalau begitu.
Rizal Mallarangeng adalah sebuah fenomena. Kembang api politik dengan moto baru. Generasi Baru, Harapan Baru. Mengaku diilhami oleh Obama 08, walaupun Obama oleh Goenawan Muhamad dijuluki kembang api dengan konotasi berbeda. Cerah berbinar pada awalnya, sebelum kemudian memudar dan larut dalam gelapnya malam politik mapan Amerika. Perubahan ? Nonsense.
Apakah RM akan berubah jadi RI-1 tahun depan ? Ya enggak lah … Wapres ? Impossible ! .. Kalau Menteri ? Mungkin saja, … karena SBY sudah berjanji yang muda yang memimpin di periode berikut. Rizal harus ingat salah satu dari the Law of Power : Court Attention At All Cost. …. Ya, At All Cost. Dan negeri ini sepertinya tidak pernah kekurangan orang nekad untuk membayar seluruh cost tadi. Ini nekad atau cerdik ? Entahlah …
Salam, Laler ….
Karikatur: inilah.com, Bannner dari sini
Entry Filed under: Bisik bisik, Koridor kekuasaan
4 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. maskopdang | August 7th, 2008 at 7:15 pm
kekekekekek….
RM09, jagoan dari tanah Bakrie..
Mau jadi pejabat..?
Mimpi kali yeee..
2. ricoh.sanusi | August 8th, 2008 at 7:21 am
lihat aja deh ntar gimana…
oia, iklan kedua dah muncul tuh,,
hihi
3. Spapseglabede | November 17th, 2008 at 3:27 pm
to: Admin - If You want to delete your site from my spam list, please sent url of your domain to my e-mail: stop.spam.today@gmail.com
And I will remove your site from my base within 24 hours
webmastegz
4. Arteronut | December 18th, 2008 at 3:23 am
I think that results on http://bnetsearch.com/ it is better than on other web search engines. And what you think of it?