Tamu Istana Terlantar …

August 21st, 2008

Sebuah berita muncul di detik.com hari ini. Yuni Veronika, anak berumur 11 tahun, juara dunia catur dari Riau terlantar di Jakarta kehabisan uang setelah menghadiri undangan 17-an di istana.

Yuni ke Jakarta bersama ayahnya atas undangan Depdiknas. Untuk digadang-gadang di antara tamu Pak Beye. Tamu Istana. Kebanggaan bangsa. Yang seharusnya mendapat perlakuan istimewa.

Depdiknas, kementrian dengan anggaran terbesar di negeri ini. Tetapi tidak mampu memberikan sekedar penghormatan atas prestasi yang diraihnya. Apapun alasannya , kejadian ini sungguh memalukan.

Kejadian ini mendapat perhatian dan sempat dibahas. Satu tim khusus akan dikirim oleh istana untuk membantu. Pemda dan Depdiknas dinilai sudah tidak mampu.

Berita terakhir menyebutkan wakil ketua PDI-P telah memberikan uang US$500 untuk ongkos pulang ke Riau. Sebuah gerakan politik yang cerdas untuk bahan kampanye pemilu. “Ditelantarkan Istana, Diselamatkan PDI-P”. Lengkap dengan sosialisasi. 

Pegawai Depdiknas yang mengatur dan menawarkan undangan kepada Yuni dan ayahnya ke Istana mungkin tidak sadar tindakannya telah mencoreng muka Istana. Karena riaknya belum akan berhenti. Tunggu saja …

Salam, Laler …

Entry Filed under: Bisik bisik, Koridor kekuasaan

6 Comments Add your own

  • 1. husmul  |  August 21st, 2008 at 7:58 pm

    ah dasar…..aku ingin ikut prihatin…Atau kita semua mesti urunan untuk bayar kegiatan istana yang kaya tapi miskin itu

    Salam damai

  • 2. nonadita  |  August 22nd, 2008 at 11:47 am

    Saya juga baca berita ini di Koran Tempo. Kasihan sekali datang jauh-jauh untuk terlantar di ibukota.

  • 3. ndoro kakung  |  August 22nd, 2008 at 5:09 pm

    jadi apa komentar bos sampean tentang tamu-tamu yang telantar itu?

  • 4. sephia  |  August 23rd, 2008 at 6:23 pm

    brarti kalo jadi tamu perlu juga konfirmasi tentang akomodasi, meski yang mengundang adalah istana… yo opo tamu negara terlantar. jangan lagi2 ya… kesian!!!

  • 5. kris  |  August 24th, 2008 at 12:33 pm

    ah diknas, menghormati tamu aja gak bisa apalagi ngurus guru2 yang pengen sejahtera !!! payah…

  • 6. mlandhing  |  August 25th, 2008 at 12:08 am

    kok bisa seh? lha kalau misal tidak ada PDIP atau yang lain, lantas bagaimana nasib mereka tho?

    aku yakin kalau ngundang gini anggarannya pasti ada lah… masalahnya sampi ke yang berhak atau tidak… jangan-jangan dikorupsi juga tuh!

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

Links

Recent Comments

Feedburner