Pat Gulipat Pertamina
August 22nd, 2008
Sebuah sms nyasar tentang Pertamina masuk pagi hari ini. Ditujukan kepada Meneg BUMN.
Tekanan beruntun kepada Pertamina dari luar maupun dari dalam memaksa manajemen untuk merubah taktiknya. Pertamina merencanakan akan membeli refined products BBM secara kontrak.
Secara rinci rencananya adalah sebagai berikut:
1. Gasoline / Premium : Pertamina akan membeli hanya dari 3 supplier (Petral, Petronas dan Sinopec). Kalau ada kelebihan kebutuhan akan ditenderkan. tetapi Kipco dan PP Tokyo tidak diperkenan untuk ikut tender. Sistem ini akan menguntungkan pertamina tetapi yang perlu diwaspadai adalah keikutsertaan Petronas.
2. Gasoil / Solar yang akan di impor adalah sebanyak 60 - 80 juta bbls/tahun. Akan disusun kontrak dengan Kuwait Petroleum Company (KPC), tetapi juga ikutan Petronas, PTT Thailand dan Enoc yang nota bene adalah bagian dari jaringan Mohammad Reza. Trader yang akan dipergunakan adalah konsorsium khusus (AS).
Petronas adalah kuda hitam. Dari penelusuran, Petronas terkait sangat erat dengan Tommy Soeharto. Siapa yang berani bilang bisnis Tommy sudah habis ??
Ini patgulipat Pertamina lagi. Tekanan demi tekanan memang memaksa mereka untuk lebih kreatif. Seharusnya, untuk Gasoil/solar Pertamina dapat mengimpornya langung dari KPC. Menggunakan jalur government to government yang sudah dengan susah payah dirintis oleh Pak Beye sewaktu kunjungan ke negara negara teluk. Atau langsung dengan pemain besar seperti SK Korea, Reliance India, Shell, atau Formosa Oil Taiwan.
Cara lain yang dapat digunakan adalah menunjuk Petral di Singapura yang 100% milik Pertamina untuk membeli melewati pemain besar tadi, kemudian menjualnya kepada Pertamina. Uangnya tidak kemana mana.
Manajemen Pertamina ternyata memilih jalur yang lain. Jalan yang lebih panjang dan lebih mahal. Mungkin karena waktu sudah semakin sempit. Lupa, kalau uang subsidi BBM yang dipercayakan kepada mereka diperoleh dengan susah payah oleh Menteri Keuangan. Gaji yang berlipat-lipat ternyata memang tidak mencukupi keserakahan yang sudah mendarah daging berpuluh tahun. Lupa kalau dana yang bisa dihemat disektor ini cukup untuk membangun berpuluh rumah sakit, jembatan, atau beras untuk yang tidak mampu.
Profesional ?? Bahh !!
World Class Company ?? Boro boro
Pasti Pas ?? Iyalah, pas masuk kantong ..
Tinggal tunggu waktunya saja kok …. Sebelum layar panggung diturunkan.
Salam, Laler …
Entry Filed under: Bisik bisik
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed