Will Obama Survive … ?
August 27th, 2008
Tharin Gartreli yang ditangkap oleh kepolisian Denver kemarin atas upaya pembunuhan Barrack Obama bukan berarti berhentinya masalah.
Di sebuah negeri yang telah merdeka selama 232 tahun, dimana persamaan hak dan demokrasi sudah menjadi pakem, ternyata bukanlah jaminan perbedaan ras untuk pucuk pimpinannya juga akan demikian.
Collin Powell sadar betul dengan hal itu, termasuk segala konsekuensinya. Dengan sadar dan kepala dingin Powell dalam bukunya menolak mencalonkan diri sebagai presiden, walaupun saat itu sedang dipuncak popularitas.
Obama telah menjadi warga kulit hitam pertama yang secara resmi maju menjadi calon presiden negeri super power nomer satu ini. Saya pernah menulisnya di sini. Siapkah Amerika dengan Obama ? Mayoritas rakyat Amerika sudah sangat siap. Tetapi sedikit orang yang memiliki kekuatan luar biasa masih belum bisa menerima.
Memang selalu sulit untuk menjadi yang pertama. 107 tahun yang lalu Booker T. Washington adalah warga kulit hitam pertama yang diundang ke White House. Benjamin O. Davis, Sr. menjadi jenderal kulit hitam pertama pada tahun 1940 (68 tahun yang lalu). Pada tahun 1949 (49 tahun yang lalu) , Lt. Cmdr Wesley Brown menjadi orang kulit hitam pertama yang lulus dari US Naval Academy yang tersohor di Annapolis, Maryland. Jenderal AU pertama Benjamin Oliver Davis, Jr mendapatkan bintangnya pada tahun 65 (43 tahun yang lalu). Hakim pada Mahkamah Agung pada tahun 1966. Astronot pertama pada tahun 1975 (32 tahun yang lalu). Tahun 1995 (13 tahun yang lalu) gubernur terpilih pertama untuk Virginia. Admiral bintang 4 yang pertama pada tahun 1996. Tahun 2001 (7 tahun yang lalu), Menlu kulit hitam pertama dipercayakan kepada Collin Powell. Ini terjadi setelah 225 tahun merdeka.
Obama oleh sejarah dicatat sebagai First African American to receive enough delegates by the end of state primaries to be the presumptive Presidential nominee of a major party. Dengan kemungkinan besar menorehkan sejarah menjadi Presiden AS kulit hitam yang pertama. Dengan catatan kalau tidak bernasib sama seperti Martin Luther King, Jr.
Selalu tidak mudah menjadi yang pertama. Nama-nama di atas tadi harus membuktikan dirinya 2-3 kali lebih baik dan bekerja 2-3 kali lebih keras dari rekannya yang berkulit putih. Hanya untuk survive.
Percobaan pembunuhan di Denver hanyalah sebuah permulaan. Dan Secret Service akan dipaksa untuk bekerja lebih keras lagi mengamankan Obama. Seorang luar biasa yang akan merubah wajah Amerika ke depan dan menorehkan sejarahnya sendiri. Apakah itu akan menjadi kenyataan atau sebuah keberhasilan yang tertunda, rakyat Amerika-lah yang akan menentukan.
Akan tiba waktunya seorang warga Amerika menyapa presidennya tidak dengan melihat warna kulitnya, tetapi begini : .. and because you are the President of the United States, whether by innate character or the oath you take to defend the Constitution or the weight of history that falls upon you, I believe you to be an honorarable man …
Semoga.
Salam, Laler …
Entry Filed under: Uncategorized
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed