Golput Diantara 174 Juta Pemilih …

August 28th, 2008

KPU menyatakan akan ada 174,4 juta pemilih dalam pemilu 2009 nanti. Tahun 2004 ada 153 juta pemilih. Ini berarti ada 21 juta pemilih yang baru pertama kali memilih. Ibarat kertas, 21 juta pemilih ini adalah kertas putih yang menunggu untuk ditulis.

Rentang pemilih baru ini bila diasumsikan lewat tingkat pendidikan berarti antara kelas 2 SMA sampai dengan mahasiswa tingkat 3. Angka 21 juta ini menggiurkan. Dan ini belum termasuk 19 juta swing voters yang bisa berubah rubah sikapnya tergantung situasi dan kondisi konstelasi politik terakhir.

Pada tahun 2004, 17% pemilih (atau sekitar 34,5 juta pemilih) tidak menggunakan hak pilihnya. Termasuk diantaranya suara yang tidak sah (salah coblos atau sengaja sebanyak 10,9 juta orang). Dengan alasan apapun.

Walaupun tidak bisa dibandingkan secara head-to-head, jumlah 34,5 juta pemilih itu 10 juta lebih banyak dari perolehan suara Golkar sebagai pemenang pemilu 2004 yang “hanya” sebanyak 24,4 juta.

Ada yang memprediksi golput akan mencapai 35% pada pemilu 2009 nanti. Alasannya macam-macam. Mulai data yang tidak valid dan carut marut, proses pendaftaran yang tergesa-gesa, tidak dikeluarkannya daftar pemilih sementara (DPS), dan banyak lagi.

Apapun, para pemilih ini nanti akan meramaikan sebuah pesta demokrasi terbesar dan terpanjang di dunia. Kata World Bank, Indonesia sudah menjadi the Capital City of Elections. Karena memang tidak ada yang bisa menandingi riuhnya pesta demokrasi Indonesia. Ada 38 partai yang akan berlaga, khusus di Aceh akan ditambah dengan partai lokal, dengan rentang waktu lebih dari 6 bulan. Karena pasti akan ada 2 putaran untuk pilpres.

Apakah antusiasme mereka akan cukup terjaga untuk maraton demokrasi nasional ini ? 38 adalah jumlah yang tidak sedikit. Sepertinya rakyat sudah semakin lelah dengan berita berita politik. Apatisme rakyat tentang sebuah demokrasi semakin surut. Berita miring yang berhulu di DPR sangat menyakitkan mereka. Angka suap-menyuap yang dibongkar oleh KPK setiap harinya mengiris hati mereka yang hanya mampu bertahan untuk sekedar hidup. Tengok saja berbagai pilkada yang dilaksanakan akhir akhir ini. Persentase golput sudah semakin tinggi. Sekalipun tidak dapat digeneralisasikan.

Beberapa parpol sudah berbenah dan mencari para calegnya yang memiliki akar rumput kuat. Dan rekam jejak yang baik.  Parpol yang sudah matang mulai bergeser orientasi. Para caleg yang hanya pindah-pindah perahu, atau segudang uang simpanan yang tidak jelas asal usulnya mulai menduduki rank yang lebih rendah. Banyak partai politik sudah belajar, tetapi masih ada juga parpol yang terbata-bata dalam bersikap.

Musuh bersama partai politik pada pemilu 2009 adalah golput. Semua berkepentingan. Semua sebaiknya juga menjaga amanah. Karena kalau tidak ada perbaikan setelah pilihan-pilihan ditentukan, rakyat mungkin tidak memandang perlu.

Pemilu merupakan pesta demokrasi yang tidak murah. Seandainya bisa demisioner, status quo untuk satu periode lagi, komposisi tetap. Anggaran pemilu seluruhnya dibagikan kepada rakyat miskin. Pasti setuju. :-D

Salam, Laler …

Entry Filed under: Koridor kekuasaan

2 Comments Add your own

  • 1. theextraordinaryladyna  |  August 28th, 2008 at 11:37 am

    partainya emg kebanyakan sih, si pendiri partai terlalu PD soalnya (kalo menurut saya)…
    Saya insya allah gak golput..
    masih mo milih..
    :D

  • 2. mlandhing  |  August 30th, 2008 at 9:28 am

    aku… ini aku lho ya… kalau polah politisi masih kayak sekarang, mah, mending GOLPUT!

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

Links

Recent Comments

Feedburner