Sumber Dana Gerindra
February 12th, 2009
Tidak banyak partai politik baru yang mampu bergerak dalam skala nasional dalam tempo yang begitu cepat. Karena untuk dapat sekedar lolos seleksi saja persyaratannya cukup berat. Partai yang baru berdiri itu harus mampu eksis di lebih dari setengah jumlah kecamatan yang tersebar dari Aceh sampai Papua.
Dan itu baru permulaan. Setelah urusan fisik sekretariat atau pos selesai, diperlukan manusia-manusia yang akan mengisi posisi pimpinan daerah, cabang, sampai anak cabang dan ranting. Setelah itu dimulailah rekeruitment untuk anggota-anggotanya. Kalau berhasil, baru bisa mulai melakukan kegiatan-kegiatan. Paling tidak rapat anggota.
Semua itu membutuhkan dana politik yang tidak sedikit. Jumlahnya harus cukup sampai pemilu legislatif. Beberapa partai politik melakukannya dengan cerdik, walaupun ada juga yang terjebak penipuan. Untuk membangun sebuah cabang diberikan iming iming dana yang cukup, tetapi tidak dibayar di muka. Itu harus dibuktikan dengan berdirinya sekretariat dan keberadaan jumlah anggota yang cukup. Tentu saja lengkap dengan fotokopi KTP.
Kalau sudah berdiri dan jalan barulah dana yang sudah terlanjur dikeluarkan diganti atau di reimburse. Beberapa partai politik baru sempat terjebak dengan jualan kecap orang-orang daerah yang dengan cerdik meminta down payment dan dipakai untuk karaoke. Bagi mereka ini kesempatan langka. Easy money untuk sekedar mencarikan tempat, mencetak papan nama, atau meminjamkan KTP. Di tahap ini kita sama sekali tidak bicara tentang ideologi partai. Dan cabang-cabang ini jumlahnya ribuan. Letak sebaran geografisnya juga harus disesuaikan agar pas dengan ketentuan KPU.
Ini kerja besar untuk partai politik yang baru berdiri. Jangan bandingkan dengan partai-partai yang sudah ada sejak pemilu 2004. Partai-partai baru ini harus bekerja 2-3 kali lebih keras untuk hanya dapat mencapai batas bawah treshold keramat itu.
Ini kerja besar yang butuh dana tidak sedikit.
Menjelang pemilu bulan April nanti mulai terlihat panjang nafas yang berbeda-beda dari masing-masing partai. Seperti lomba lari marathon, di kilometer terakhirlah pertarungan paling menentukan itu terjadi. Kecepatan ditambah dan puncaknya sprint pada beberapa ratus meter terakhir menjelang garis finish.
Dari beberapa partai baru, terlihat hanya Gerindra yang paling kinclong dalam beriklan setelah selesai membangun infrastruktur politiknya. Iklan politiknya dibuat dengan dengan sangat cermat dan terukur. Tidak ada janji apa-apa disana. Hanya paparan tentang sembako mahal, tentang air langka, tentang antre minyak. Sudah. Tidak ada janji apa apa di sana. Tetapi, kualitas kamera dan gambar, script, talent, sampai pesan yang disampaikan dirancang dengan cermat. Berbeda jauh dengan Fox Indonesia yang membuat iklannya hanya cut and paste dari sana sini, dengan story line pas-pasan, atau kualitas gambar yang direkam menggunakan family handy cam.
Gerindra sangat tekun, bersemangat dan konsisten dalam beriklan. Saking semangatnya sampai-sampai sempat ditegur oleh Bawaslu karena iklannya di RCTI dan SCTV melebihi ketentuan kuota yang ditetapkan oleh undang undang.
Tergantung dari jam tayang dan rating acara, untuk 1 slot 30 detik tayang iklan di televisi itupartai politik harus merogoh rata-rata sekitar 30 juta perak. Paling murah ya setelah tengah malam, karena penontonnya terbatas di UGD rumah sakit dan para penjaga malam atau mereka yang memang susah tidur. Mahal ? Tentu saja.
Gerindra sangat sangat siap. Bahkan Partai Hanura pimpinan Wiranto harus tiarap dan mengambil jeda nafas sejenak sebelum mulai lagi nanti berjibaku menjelang hari H bulan April. Ruang ruang publik kita itu akan segera penuh dengan slogan saya saya saya dan aku aku aku. Iklan biskuit, deterjen, mesin cuci atau sampo akan berganti dengan bendera warna warni partai politik. Welcome to the capital country of election, my friends.
Seluruh kegiatan partai-partaian ini jelas menguras dalam-dalam isi kantong Prabowo. Lalu dari mana duit itu berasal ? Apakah berasal dari sumber-sumber resmi sebagaimana sempat diungkap sedikit oleh Fadli Zon sang Ketua Umum partai ?
Seorang kawan laler membisikan dana itu berasal dari hasil penjualan konsesi minyak yang dimiliki Prabowo di Kazakhstan yang dibeli oleh pemerintah China lewat salah satu bumnnya (CNOOC/CNPC). Jumlahnya ? Lumayan. Dalam kisaran milyar dolar atau puluhan triliun rupiah. Cukuplah untuk marathon sampai pilpres bulan Juli nanti.
Jadi wajar saja kalau Prabowo ogah untuk hanya jadi sekedar cawapres. Dia akan tetap ngotot maju sebagai calon presiden putaran pertama. Dan itu sah sah saja, walaupun nanti harus koalisi untuk mendapatkan tiket itu. Toh dana bukan masalah.
Ngunggg ..
Salam, Laler …
Entry Filed under: Bisik bisik
15 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. iway | February 12th, 2009 at 10:31 am
pertanyaannya, gimana caranya prabowo bisa dapet konsesi minyak di negeri itu?
2. hedi | February 12th, 2009 at 10:17 pm
prabowo kan mantan anggota cendana, orangnya pinter dan banyak kawan pula…wajarlah bisa dapet konsesi
3. massto | February 18th, 2009 at 12:06 am
ngung,..ngung,..numpang mbaca aja yo mas laler,..menclok,.. mabur lagi,..ngung,..ngung,..
4. inu | February 20th, 2009 at 8:41 am
kasihan pak beye dengan foxindonesia-nya. disewa milyaran rupiah cuma bekerja membenahi pelantang yang biasa dilakukan mas iwan dan kawan-kawan.
5. awit | February 27th, 2009 at 10:24 pm
mudah mudahan prabowo jadi presiden. yang mampu membuat platform indonesia, kembali mempertahankan sumber alam bumi Indinesia. menuju kemakmuran, tingkat ekonomi sampai keplosok tingkat bawah yang banyak dihuni oleh petani……
6. Eko SQ | March 9th, 2009 at 10:39 am
amiiiin. moga2
7. Pangeran Siahaan | March 10th, 2009 at 4:34 pm
saya tidak suka heinrich himmlernya orde baru ini…. tp saya menganggap strategi iklannya bagus cenderung frontal….dana emang ga terbatas baginya….
satu2nya yg aneh, mengapa prabowo mendadak……..sosialis? (atau pseudo-sosialis? :P)
8. Ayik | March 11th, 2009 at 1:05 pm
konsesi ki opo to ?
9. Anusapati | March 11th, 2009 at 9:07 pm
yang saya dengar bukan Prabowo yang punya uang…Sebagai pengusaha dia tidak semoncer itu, toh starting-nya juga baru tahun 1999-an…. Apa pernah jelas perusahaan yang dibangunnya di Yordania?…..Paman Gober dalam kampanye Gerindra adalah Hasyim….adik Prabowo. Track record dan jenjang keberhasilannya lebih jelas…..konon angin mengatakan Hasyim melego satu perusahaannya di Belgia khusus untuk menjadikan Prabowo RI-1….nilainya hampir Rp 1 T
10. iman brotoseno | March 13th, 2009 at 6:49 pm
Betul sebagaimana Anusapati sampaikan,
Dana berasal dari Hashim Djojohadikusumo, penjualan ladang minyak di Kazakhtan senilai hampir sama dengan akuisisi HM Sampoerna oleh Phillips Moris akan menggelontorkan apapun kampanye sang kakak.
Konon memang harapan ayahandanya, Soemitro, bahwa Hashim di bisnis dan Prabowo harus di politik.
Hashim memang pengusaha ulet dan rajin, ia setelah reformasi ia memindahkan bisnisnya ke Swiss dan mengontrol banyak usaha di belahan dunia.
Tentang bagaimana ia mendapat ladang minyak di Kazakhtan, Hashim sejak tahun 90 sudah moncer sebagai pebisnis di Uni Sovyet dan ( kini pecahan pecahan ). Dulu ia memliki kantor di Moskow, yang menjalani usaha trading komoditi. Tidak heran ia mempunyai banyak koneksi disana.
11. lalerijo | March 22nd, 2009 at 6:26 pm
duh…laler…salah tuh! sejak kapan fadli zon ketum gerindra?? ….sepakat sama anus n brontol, fulus Prabowo disuplai adeknya ntu (Hashim).. dan prabowo sdh ngakuin itu….ko bisa Hashim pny usaha minyak di negeri org? moncer lg. Gak heran, soale dia nerusin jaringan babe-nya (Sumitro) yg udh trkenal luas sejak dulu… Pemberontakan permesta, senjata-2 mrk yg dibeli ama Ventje sumual ntu yg nyariin duitnya si Sumitro..
12. candra | April 25th, 2009 at 6:34 pm
jangan terlalu percaya …..coba aja itung2an JUJUR matematik sederhana ….seandainya anda jadi presiden 30 tahun gaji dan tunjangan udah jelas ….dari orok bisnis??? warisan ?….atau ngakalin???
13. yasser arafat | May 8th, 2009 at 9:31 pm
yang pasti prabowo itu punya dana besar,kenapa kalian yg pusing memikirkannya
14. rahadian | June 11th, 2009 at 10:56 am
hebat ya, bisa sekaya itu!
15. Joe | December 4th, 2009 at 9:33 pm
Setuju saya dengan Yasser Arafat, kenapa Pusingin duitnya prabowo yang tidak merampas dari duit rakyat Indonesia.
Seharusnya yang di pusingkan itu Demokrat, mereka dapat duit dari mana? Bagaimana dengan kasus Bank Century?