Fountain, Pukul 11 siang … (Tamat)

Laler kemudian menutup pertemuan itu. “I guarantee you, We will have that strategic partnership when President Obama visit us in November”. Ditambahkannya bahwa agenda kerjasama militer dan pertahanan masih disimpan dan baru akan dikeluarkan pada saat kedua pemimpin nanti bertemu bulan November. Karena kebetulan akan ada pertemuan APEC di negara tetangga Singapura. Hanya 1 jam terbang dari Jakarta.
  (more…)


2 comments March 23rd, 2009

Fountain, Pukul 11 siang … (5)

Setelah berbasa basi sejenak, mereka langsung ke pokok persoalan. Dan yang terpenting adalah tentang rencana kedatangan Hillary Clinton. Senator New York, pernah menjadi First Lady, dan sekarang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri sebuah negara adi kuasa satu-satunya di dunia. Orang nomor tiga paling berkuasa di Amerika.

(more…)


Add comment March 18th, 2009

Fountain, Pukul 11 siang … (4)

Sosok yang ditunggu itu akhirnya tiba juga. Jas abu-abu bertengger dilengannya, dan bretel gesper khas para pialang wall street itu menggantung di kedua bahunya yang besar itu. Jabat tangannya erat, dan deretan gigi putih itu tersembul dari balik senyuman lebarnya.

(more…)


Add comment March 17th, 2009

Fountain, Pukul 11 siang … (3)

Tadi malam, ditengah derasnya hujan yang menyapu setiap jengkal jalan Thamrin, dahaga yang bertahun disimpan itu akhirnya bersua jua. Sebuah naluri purba untuk meneruskan peradaban.

Ada kerinduan disana untuk melantunkan rangkaian tarian jiwa. Tari yang dinyanyikan seperti debur gelora ombak menyapa karang. Kadang berdentam keras, kali lain mengusap dengan penuh kelembutan.
(more…)


Add comment March 16th, 2009

Fountain, Pukul 11 siang … (2)

Dipandanginya pemandangan di luar jendela sana. Tugu selamat datang yang menjulang tegak di tengah pancuran air pusat bundaran itu menjadi saksi bisu tonggak-tonggak penting sejarah perjalanan negara besar ini.

Pikirannya kemudian bergeser pada buku Merdeka Square karangan Kerry B. Collison yang menceriterakan sejarah seputar intrik perebutan kekuasaan dari tangan Sukarno pada tahun 1965. Dan Tugu Selamat Datang di Bundaran HI itu kerap menghiasi lembaran halaman di dalam buku itu sebagai bagian dari sejarah.

(more…)


2 comments March 16th, 2009

Fountain, Pukul 11 siang … (1)

Lounge di hotel mewah seputar Bundaran HI itu terasa lengang. Hanya ada satu dua tamu yang duduk berkelompok membahas secara serius laptop menyala di hadapan mereka. Hmm, syukurlah bisnis ternyata masih jalan di ibukota ini. Pelumas penting yang dapat menggerakan roda perekonomian ditengah resesi dunia yang terasa semakin kelam.
(more…)


Add comment March 15th, 2009

Buruh Peradaban

Begitu potret para pegawai kantoran ibukota yang berangkat kerja dari balik kaca mata ES Ito dalam novel terakhirnya Rahasia Meede. Bangsa yang diperbudak televisi dan modernisasi. Sinis tetapi menyampaikan situasi apa adanya.

Dari hanya mencari kantuk diujung malam, novel ini membetotku masuk ke dalam bab demi bab. Mata yang sudah meredup sewaktu membuka lembaran awal mendadak bersinar terang. Tiba-tiba sadar kalau adzan subuh mulai menggema.

(more…)


4 comments January 13th, 2009


Feeds

Links

Recent Comments

Feedburner

Tags

Pages